Bambu yang selama ini identik dengan furnitur dan bangunan tradisional kini dikembangkan menjadi material struktural berkinerja tinggi. Penelitian yang terbit di Nature Communications pada 26 Mei 2026 memperkenalkan material bernama HoRo-Bamboo, hasil rekayasa bambu alami melalui rekonstruksi jaringan ikatan internal.
Hasil pengujiannya mencolok. Material tersebut mencatat kekuatan tarik hingga 631 MPa pada arah longitudinal dan 628 MPa pada arah transversal, tetapi densitasnya hanya sekitar 0,83 gram per sentimeter kubik.
Masalah Bambu Alami Berhasil Dikurangi
Bambu alami memang kuat sepanjang arah seratnya. Namun, kekuatannya tidak merata ke semua arah sehingga menjadi tantangan ketika digunakan sebagai komponen struktural dengan tuntutan tinggi.
Tim peneliti mencoba mengatasi persoalan tersebut dengan mengubah struktur internal bambu sehingga sifat mekaniknya menjadi jauh lebih homogen.
Serat Bambu Direkayasa Ulang
Proses pembuatan HoRo-Bamboo dimulai dengan perlakuan hidrogen peroksida dan ozon untuk membantu mendispersikan serat.
Selanjutnya, peneliti memasukkan ion aluminium (Al³⁺) dan melakukan proses pengepresan cepat. Tahapan tersebut merekonstruksi jaringan ikatan ionik dan hidrogen di dalam material.
Kekuatan Tarik Tembus 631 MPa
Hasil akhirnya memperlihatkan kekuatan yang tinggi pada dua arah utama. HoRo-Bamboo mencapai 631 MPa secara longitudinal dan 628 MPa secara transversal.
Perbedaan yang sangat kecil antara kedua angka tersebut menjadi bagian penting dari penelitian karena menunjukkan peningkatan homogenitas dibandingkan struktur bambu alami.
Ringan tetapi Sangat Kuat
Selain kuat, HoRo-Bamboo mempunyai densitas hanya 0,83 g/cm³. Kombinasi bobot rendah dan kekuatan mekanis tinggi membuat material seperti ini menarik untuk aplikasi yang membutuhkan efisiensi bobot.
Potensinya dapat mencakup material struktural dan berbagai bidang rekayasa maju, meskipun penggunaan komersial tentunya memerlukan pengujian serta standardisasi lebih lanjut.
Punya Ketahanan Lingkungan dan Api
Peneliti juga melaporkan HoRo-Bamboo memiliki ketahanan lingkungan yang baik serta sifat flame retardancy. Artinya, pengembangannya tidak hanya mengejar angka kekuatan mekanis.
Ketahanan terhadap kondisi penggunaan nyata menjadi faktor penting jika bambu rekayasa nantinya ingin bersaing dengan material struktural konvensional.
Bambu Masuk Generasi Material Canggih
Potensi bambu kini mendapat perhatian lebih luas dalam ilmu material. Sebuah ulasan di Nature Reviews Materials pada Juli 2026 bahkan menempatkan bambu sebagai platform multiskala untuk mengembangkan komposit struktural, laminasi fungsional, sistem berbasis serat hingga material berskala nano.
Pengembangan bambu superkuat HoRo-Bamboo menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh cepat ini tidak harus berhenti sebagai bahan bangunan tradisional. Dengan rekayasa struktur yang tepat, bambu berpotensi masuk ke generasi baru material ringan, kuat, tahan lama dan lebih berkelanjutan.
