Meghalaya Tanam Bambu untuk Kredit Karbon, Target Pulihkan 100 Ribu Hektare Lahan

0 0
Read Time:2 Minute, 28 Second

Meghalaya, India – Program bambu untuk kredit karbon mulai dikembangkan secara besar-besaran di Meghalaya. Proyek ini dirancang untuk memulihkan lahan yang rusak sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat lokal melalui pasar karbon.

Program bernama Bamboo Centric Afforestation Carbon Project tersebut menyasar kawasan terdegradasi di Khasi Hills dan Garo Hills. Lahan yang terdampak aktivitas seperti perladangan berpindah, penggembalaan, dan kebakaran menjadi bagian dari area restorasi.

Targetnya tidak kecil. Proyek tersebut berencana memulihkan sekitar 100.000 hektare lahan dalam delapan tahun.

Bambu untuk Kredit Karbon Jadi Strategi Baru

Dalam proyek ini, bambu menjadi tanaman utama untuk membantu memulihkan tutupan vegetasi.

Sekitar 60 persen komposisi tanaman direncanakan berupa bambu. Sisanya terdiri dari tanaman buah dan pohon kehutanan lokal.

Penggunaan bambu untuk kredit karbon memiliki dua tujuan. Vegetasi baru diharapkan membantu memulihkan ekosistem sekaligus menyerap karbon selama pertumbuhannya.

Karbon yang tersimpan kemudian dapat dihitung melalui mekanisme proyek karbon sehingga berpotensi menghasilkan kredit yang memiliki nilai ekonomi.

Ratusan Ribu Bibit Sudah Ditanam

Program tersebut bukan sekadar rencana jangka panjang.

Pengelola dilaporkan telah menanam sekitar 225.000 bibit pada 5.000 hektare selama periode 2025–2026.

Masyarakat juga terlibat langsung dalam kegiatan penanaman. Salah satu kegiatan di Desa Umtung melibatkan lebih dari 200 warga bersama pejabat dan pihak terkait.

Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting karena keberhasilan restorasi bergantung pada pemeliharaan tanaman dalam jangka panjang.

Warga Berpotensi Mendapat Pendapatan Kredit Karbon

Aspek ekonomi menjadi bagian menarik dari proyek bambu untuk kredit karbon.

Menurut laporan mengenai program tersebut, model yang digunakan menjanjikan sedikitnya 70 persen pendapatan kredit karbon kepada komunitas yang berpartisipasi. Kredit karbon diharapkan mulai dapat diperoleh sejak tahun kedua proyek.

Skema ini mencoba menghubungkan perlindungan lingkungan dengan ekonomi pedesaan.

Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penanam. Mereka juga mempunyai kepentingan ekonomi untuk menjaga tanaman dan memastikan kawasan yang dipulihkan tetap berkembang.

Drone Ikut Pantau Pertumbuhan Bambu

Teknologi turut digunakan untuk mendukung proyek.

Drone dimanfaatkan untuk pemetaan wilayah. Selain itu, sistem digital digunakan untuk mengukur serta memverifikasi perkembangan restorasi dan hasil proyek.

Pemantauan tersebut penting dalam proyek karbon. Jumlah karbon yang diserap harus dapat diukur dan diverifikasi sebelum kredit karbon dapat diterbitkan sesuai standar yang digunakan.

Pendekatan ini membuat perkebunan bambu tidak lagi sekadar mengandalkan pencatatan konvensional.

Dari Lahan Rusak Menjadi Aset Iklim

Proyek Meghalaya memperlihatkan bagaimana lahan terdegradasi dapat memperoleh nilai baru melalui restorasi.

Jika berhasil, kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan dapat kembali memiliki vegetasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada pemeliharaan tanaman, verifikasi karbon, pengelolaan lahan, dan keterlibatan warga.

Program bambu untuk kredit karbon di Meghalaya akhirnya menjadi contoh menarik mengenai perubahan fungsi tanaman tersebut. Bambu tidak hanya digunakan untuk kerajinan, bangunan, atau bahan industri, tetapi juga mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi restorasi iklim dan ekonomi karbon.

Focus Keyphrase: bambu untuk kredit karbon

SEO Title: Bambu untuk Kredit Karbon Pulihkan 100 Ribu Hektare

Slug: bambu-untuk-kredit-karbon-meghalaya

Meta Description: Bambu untuk kredit karbon dikembangkan di Meghalaya dengan target memulihkan 100 ribu hektare lahan sekaligus memberi pendapatan bagi warga.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Recommended Articles

mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor
vertu789