China – Pengembangan bambu super HoRo-Bamboo membuka kemungkinan baru bagi pemanfaatan tanaman bambu sebagai material teknik berkinerja tinggi. Melalui rekonstruksi jaringan ikatan di dalam serat, peneliti berhasil menghasilkan material yang kuat dalam dua arah sekaligus.
HoRo-Bamboo memiliki kepadatan hanya sekitar 0,83 gram per sentimeter kubik. Meski ringan, kekuatan tariknya mencapai 631 MPa pada arah longitudinal dan 628 MPa pada arah transversal.
Karakter tersebut penting karena bambu alami biasanya memiliki sifat mekanis yang sangat berbeda bergantung pada arah seratnya.
Bambu Super HoRo-Bamboo Dibuat dengan Teknologi Baru
Peneliti tidak sekadar memadatkan batang bambu.
Proses pembuatannya dimulai dengan perlakuan hidrogen peroksida dan ozon untuk membantu mendispersikan serat. Setelah itu, ion aluminium diperkenalkan dan material menjalani proses penyusunan serta pengepresan cepat.
Tujuannya adalah merekonstruksi jaringan ikatan ionik dan hidrogen di dalam material.
Hasilnya adalah struktur bambu yang jauh lebih homogen dibandingkan kondisi alaminya.
Kekuatan Tarik Tembus 631 MPa
Angka kekuatannya menjadi bagian paling mencolok dari penelitian.
HoRo-Bamboo mencatat kekuatan tarik sekitar 631 MPa pada satu arah dan 628 MPa pada arah lainnya. Perbedaan yang sangat kecil menunjukkan bahwa material mempunyai kekuatan yang hampir seragam pada kedua orientasi tersebut.
Ini menjadi salah satu target penting dalam rekayasa bambu.
Bambu alami sangat kuat mengikuti arah serat. Namun, sifatnya dapat jauh berbeda ketika menerima gaya dari arah lain.
Ringan tetapi Tahan Api
Kekuatan tinggi bukan satu-satunya karakter yang dilaporkan.
Peneliti juga menemukan bambu super HoRo-Bamboo memiliki ketahanan lingkungan dan sifat tahan api yang baik. Kepadatannya sekitar 0,83 g/cm³ membuatnya tetap tergolong ringan.
Kombinasi ringan dan kuat sangat menarik bagi bidang teknik.
Material dengan karakter tersebut berpotensi mengurangi berat struktur tanpa harus mengorbankan kemampuan mekanis.
Namun, penerapan pada bangunan nyata tetap memerlukan pengujian, standardisasi, dan evaluasi keselamatan sesuai penggunaannya.
Jejak Karbon Produksi Ikut Dihitung
Tim penelitian juga melakukan penilaian siklus hidup.
Produksi satu kilogram HoRo-Bamboo diperkirakan menghasilkan sekitar 1,67 kilogram CO₂ ekuivalen. Para peneliti menempatkan aspek keberlanjutan sebagai salah satu alasan utama pengembangan material ini.
Bambu sendiri memiliki keuntungan karena tumbuh cepat dan merupakan sumber biomassa terbarukan.
Kajian lain pada 2026 juga menilai engineered bamboo berpotensi menjadi material pelengkap untuk konstruksi rendah karbon, meski masih menghadapi tantangan seperti konsistensi bahan, biaya pemrosesan, resin, sertifikasi, dan aturan bangunan.
Bambu Bisa Naik Kelas Jadi Material Teknik
Selama ini bambu banyak digunakan untuk rumah tradisional, furnitur, kerajinan, hingga berbagai produk rumah tangga.
Teknologi rekayasa material mulai mengubah posisi tersebut.
Alih-alih menggunakan batang bambu apa adanya, ilmuwan dapat memodifikasi struktur internalnya untuk menghasilkan karakter mekanis tertentu.
Bambu super HoRo-Bamboo menjadi salah satu contoh terbaru. Dengan kekuatan tarik lebih dari 600 MPa, kepadatan rendah, dan sifat tahan api, bambu berpotensi berkembang menjadi material teknik yang jauh lebih canggih daripada penggunaan tradisionalnya.
