Bambu ternyata tidak hanya menjanjikan sebagai material bangunan. Penelitian yang diterbitkan dalam ACS Sustainable Chemistry & Engineering pada Juni 2026 menunjukkan bahwa biomassa bambu dapat diolah menjadi hard carbon untuk anoda baterai sodium-ion. Material tersebut dikembangkan dengan mengatur struktur pori tertutup agar mampu menyimpan ion natrium secara lebih efektif.
Baterai sodium-ion mendapat perhatian untuk penyimpanan energi skala besar karena natrium tersedia melimpah. Tantangan pentingnya adalah menemukan material elektroda yang memiliki performa baik sekaligus dapat diproduksi secara berkelanjutan.
Bambu Diubah Menjadi Hard Carbon
Dalam penelitian tersebut, bambu tidak digunakan dalam bentuk serat atau batang. Biomassa diolah menjadi hard carbon, material karbon yang dapat digunakan sebagai anoda tempat ion natrium disimpan ketika baterai bekerja.
Peneliti menggunakan perlakuan awal dengan p-toluenesulfonic acid atau p-TSA. Proses tersebut membantu menghilangkan sebagian hemiselulosa dan lignin sambil mempertahankan kerangka selulosa kristalin.
Kapasitas Awal Mencapai 399,63 mAh/g
Hasil pengujian menunjukkan material dengan perlakuan yang dioptimalkan menghasilkan kapasitas pelepasan awal 399,63 mAh per gram pada 0,1C. Efisiensi Coulombic awalnya tercatat sebesar 83,08%.
Struktur pori tertutup dan jarak antarlapisan karbon yang diperbesar membantu menyediakan ruang untuk penyimpanan ion natrium.
Masih Bertahan Sekitar 84% Setelah 100 Siklus
Bukan hanya kapasitas awal yang diuji. Material tersebut mempertahankan sekitar 84% kapasitas setelah 100 siklus pengisian dan pengosongan.
Ketahanan siklus penting karena material baterai harus mengalami proses penyimpanan dan pelepasan ion berkali-kali selama masa penggunaannya.
Mengapa Sodium-Ion Menarik?
Baterai lithium-ion saat ini mendominasi kendaraan listrik dan elektronik. Namun sodium-ion menjadi alternatif menarik terutama untuk penyimpanan energi stasioner.
Natrium jauh lebih melimpah, sedangkan teknologi sodium-ion memiliki potensi kompatibilitas dengan sebagian infrastruktur manufaktur baterai lithium-ion yang sudah tersedia.
Bambu Menjadi Sumber Karbon Terbarukan
Keunggulan lain terletak pada bahan bakunya. Bambu merupakan biomassa yang tumbuh cepat dan dapat dimanfaatkan menjadi berbagai material rekayasa.
Kajian Nature Reviews Materials pada Juli 2026 bahkan menggambarkan bambu sebagai platform material multiskala, mulai dari komposit struktural hingga material berbasis serat dan komponen berskala nano.
Dari Batang Bambu Menuju Penyimpanan Energi
Penelitian baterai sodium-ion berbasis bambu masih berbeda jauh dari baterai komersial yang langsung bisa dipasang pada kendaraan atau rumah. Temuan ini berfokus pada pengembangan dan pengujian material anodanya.
Namun hasil tersebut memperlihatkan arah baru pemanfaatan bambu. Tanaman yang identik dengan furnitur dan konstruksi kini juga sedang diteliti sebagai sumber karbon berkelanjutan untuk teknologi penyimpanan energi generasi berikutnya.
