Bambu Bisa Masuk Dunia Drone, Material Alami Diuji untuk Struktur Ringan
drone berbahan bambu terdengar seperti perpaduan teknologi masa depan dengan material tradisional. Namun, bambu mempunyai struktur serat yang membuatnya menarik untuk penelitian material ringan. Selain itu, bambu dapat dilaminasi atau diolah menjadi komposit untuk menghasilkan bentuk yang lebih konsisten.
Meski begitu, bambu tidak bisa langsung menggantikan karbon fiber. Insinyur harus mempertimbangkan berat, kekakuan, kelembapan, sambungan, hingga karakter getarannya.
Berat Menjadi Musuh Utama Drone
Setiap gram mempunyai konsekuensi.
Drone yang terlalu berat membutuhkan daya lebih besar untuk tetap terbang.
Bambu Bisa Dibentuk Menjadi Sandwich Panel
Salah satu pendekatan menarik adalah menggunakan material biologis sebagai bagian dari struktur komposit.
Lapisan dapat dirancang agar bagian luar memberikan kekakuan, sedangkan bagian tengah membantu menjaga bentuk dengan massa rendah.
CNC dan Laser Membuatnya Lebih Presisi
Drone membutuhkan geometri yang akurat.
Motor harus berada pada posisi tertentu.
Pusat gravitasi juga harus diperhitungkan.
Getaran Motor Menjadi Tantangan
Motor drone berputar ribuan kali setiap menit.
Baling-baling menghasilkan getaran.
Getaran tersebut dapat masuk ke rangka.
Karbon Fiber Masih Sulit Dikalahkan
Untuk drone performa tinggi, karbon fiber sangat populer.
Material tersebut ringan dan kaku.
Produksinya juga sudah matang untuk banyak aplikasi.
Jadi, klaim bahwa bambu otomatis lebih baik tentu terlalu sederhana.
